Hai Gadis, Ada Wisata Wanita Lho di Bali

Hai Gadis, Ada Wisata Wanita Lho di Bali – Secret Garden Village adalah pilihan wisata baru di Tabanan Bali. Punya konsep menarik, yakni wisata kecantikan. Kami mempunyai kesempatan mencoba wisata Secret Garden Village pada seremoni grand opening ujung akhir tahun lalu tepatnya bulan Desember. Tempatnya di Jl Raya Denpasar Bedugul Km 36, Tabanan atau sekitar 2 jam dari kawasan Kuta. “Ini ialah tempat pariwisata baru yang ramai karena mempromosikan edukasi baik kosmetik untuk kecantikan dan kesehatan, juga pariwisata kopi mengenal kopi-kopi asli Nusantara,” ujar CEO Secret Garden Village, Billy Hartono Salim.

Mempunyai luas 4 hektar, begitu masuk ke Secret Garden Village terlihat konsep yang canggih dan artistik. Tampilannya dipadukan dengan alam yang amat kuat, semacam air, kayu, besi dan beton. Ialah Andra Martin, arsitek yang mendesain rumah berlantai dua tersebut. Potato Head, salah satu klub kelas atas di Bali, juga termasuk buah karyanya. Terletak disekitar Tabanan, suhu di Secret Garden Village pun sejuk. Oh iya, biaya tiket masuk ke Pulau tersebut sebesar Rp 50 ribu untuk turis lokal dan Rp 100 ribu untuk wisatawan luar negeri. Mega, salah seorang tour guide menemani detikTravel untuk mengitari Secret Garden Village.

“Ada pemandu yang akan menemani tamu. Turnya digelar selama sekitar 45 menit. Para traveler akan mengitari dari museum kecantikan dan pabrik mungil-mungil produk kecantikan lokal Oemah Herborist, museum kopi serta kafe Black Eye dan 2 restoran, Rice View dan The Luwus,” paparnya.

Pertama-tama, saya diajak terlebih dahulu ke Beauty Heritage Museum yang adalah bagian dari Oemah Herborist di lantai 2. Ada 20 macam peralatan antik buat meracik jamu ataupun produk kecantikan di zaman dahulu kala. Tak tertinggal, soal rempah-rempah yang digunakan. “Kami juga mempunyai beraneka ragam informasi soal tradisi keindahan yang dilakukan sejak zaman dulu. Misalnya Sejarah Ratus untuk menjaga area organ-organ wanita dengan memakai daun sirih, lalu wanitanya berada di atas daun sirih yang dipanggang di atas tungku,” papar Mega.

Pengunjungnya diizinkan untuk hunting foto sampai puas, serta menanyakan berbagai masalah seputar kecantikan. Kalau belum cukup, terdapat deretan buku-buku tentang kecantikan di dalam museumnya yang mampu dibaca. Merangkak dari Beauty Heritage Museum, selanjutnya ialah pabrik kecil. Di sini ditonjolkan proses produksi rempah-rempah sebagai kosmetik. Harus pakai bebajuan ala dokter, masker hingga penutup rambut demi merawat kebersihan pabriknya.

Dari sana, sedangkan adalah Beauty Outlet. Untuk kamu kaum Hawa, bisa saja mata akan berbinar jika masuk ke dalam ruangannya. Ada beberapa jenis produk kesehatan dan kecantikan dengan harga yang terjangkau. Pastinya, dijamin sehat! “Tarifnya bersahabat dan juga dijamin sehat aias bagus guna anggota tubuh. Jadi senang kan mas, mengenal perjalanan bagaimana cara wanita terlihat cantik dan sehat di masa lalu, melihat proses produksi dan terakhir belanja produk-produk kecantikan dan kesehatan. Seharusnya, belum ada wisata kecantikan seperti ini awalnya di Bali,” terang Mega.

Leave a Reply

Your email address will not be published.